Dalam bidang busana Muslim ada banyak gaya dan mode. Kalau berjilbab, bisa memakai topi di atas
jilbab, bisa memasukkan plastik supaya melindungi kulit dari sinar matahari,
dan bisa membeli jilbab yang sudah siap dipakai (misalnya kalau ada elastik
dipakai). Pemakaian jilbab ternyata
tidak hanya oleh perempuan Muslim yang taat, tetapi juga oleh yang kurang
taat. Bahkan ada pelacur yang berjilbab
(Powell 2003)! Busana Muslim adalah
komoditi yang dibeli, dijual dan dipakai di seluruh Indonesia, terus busana itu bisa
dianggap sebagai unsur kebudayaan populer.
Kebudayaan pop adalah budaya masyarakat biasa. Biasanya, budaya yang resmi atau 'tinggi'
(misalnya kalau di Jawa, musik gamelan, wayang dan batik) dianggap sebagai
budaya masyarakat. Tetapi, walaupun
budaya ini memang budaya masyarakat, budaya ini tidak bisa dinikmati oleh
setiap orang dari orang kaya sampai orang miskin. Ini untuk bermacam-macam alasan - misalnya
pada masa lalu gamelan hanya dimainkan di dalam kraton. Kebudayaan pop terdiri dari komoditi-komoditi
dan pengalaman yang dapat diterima oleh semua masyarakat karena itu tidak
memerlukan bahan-bahan yang mahal supaya bisa dinikmati. Oleh karena itu budaya pop tidak dianggap
sebagai budaya 'tinggi' tetapi masih dianggap bagian dari budaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar